logo
Hari ini

 

Jumlah Pengunjung
Welcome
image

Tadris Matematika

024-7601295

Informasi
Website Terkait

Abu Wafa Al-Buzjani

image

 

Abu Wafa al-Buzjani merupakan salah satu tokoh matematika di abad kesepuluh masehi. Nama lengkapnya adalah Abu al-Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Ibn Abbas al-Buzjani. Ia lahir di Buzjan, Khurasan (Iran) pada tanggal 10 Juni 940 dan wafat pada tanggal 15 Juli 998 di kota Baghdad, Irak. Ia belajar matematika dari pamannya bernama Abu Umar al- Maghazli dan Abu Abdullah Muhammad Ibn Ataba. Sedangkan ilmu geometri dikenalnya dari Abu Yahya al-Marudi dan Abu al-Ala’ Ibn Karnib.

Abul Wafa tumbuh besar di era Dinasti Buwaih. Dinasti itu berkuasa di wilayah Persia, Iran, dan Irak pada tahun 945 hingga 1055 M. Kesultanan Buwaih menancapkan benderanya di antara periode peralihan kekuasaan dari Arab ke Turki. Dinasti yang berasal dari suku Turki itu mampu menggulingkan kekuasaan Dinasti Abbasiyah yang berpusat di Baghdad pada masa kepemimpinan Ahmad Buyeh. Dinasti Buwaih memindahkan ibu kota pemerintahannya ke Baghdad saat Adud Ad-Dawlah berkuasa dari tahun 949 hingga 983 M. Pemerintahan Adud Ad- Dawlah sangat mendukung dan memfasilitasi para ilmuwan dan seniman. Dukungan itulah yang membuat Abul Wafa memutuskan hijrah dari kampung halamannya ke Baghdad. Sang ilmuwan ini lalu memutuskan untuk mendedikasikan dirinya bagi ilmu pengetahuan di istana Adud ad-Dawlah pada 959 M.

Sepanjang hidupnya, sang ilmuwan telah berjasa melahirkan sederet inovasi penting bagi ilmu matematika. Ia tercatat menulis kritik atas pemikiran Eucklid, Diophantos dan Al-Khawarizmi. Sayang risalah itu telah hilang. Sang ilmuwanpun mewariskan Kitab Al-Kami (Buku Lengkap) yang membahas tentang ilmu hitung (aritmatika) praktis. Kontribusi lainnya yang tak kalah penting dalam ilmu matematika adalah Kitab Al-Handasa yang mengkaji penerapan geometri. Ia juga berjasa besar dalam mengembangkan trigonometri.

Abul Wafa tercatat sebagai matematikus pertama yang mencetuskan rumus umum sinus. Selain itu, sang matematikus pun mencetuskan metode baru membentuk tabel sinus. Ia juga membenarkan nilai sinus 30 derajat ke tempat desimal kedelapan. Yang lebih mengagumkan lagi, Abul Wafa membuat studi khusus tentang tangen serta menghitung sebuah tabel tangen. Buah pemikirannya dalam matematika sangat berpengaruh di dunia Barat. (Sumber: Matematikawan Muslim Terkemuka, Mohainin Mohamed, 2001, Jakarta: Salemba Teknik).

 

Wed, 4 Sep 2013 @14:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright 2022 Tadris Matematika All Rights Reserved